{"id":39,"date":"2007-11-12T14:36:39","date_gmt":"2007-11-12T07:36:39","guid":{"rendered":"http:\/\/ronaldkang.com\/diary\/panduan-google-website-optimizer-untuk-split-testing\/"},"modified":"2014-06-04T18:21:28","modified_gmt":"2014-06-04T11:21:28","slug":"panduan-google-website-optimizer-untuk-split-testing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ronaldkang.com\/diary\/panduan-google-website-optimizer-untuk-split-testing\/","title":{"rendered":"Panduan Google Website Optimizer untuk Split Testing"},"content":{"rendered":"<p>Berikut adalah panduan menggunakan Website Optimizer dari Google sehingga kita bisa melakukan split testing. Split testing adalah experiment untuk menentukan content seperti apa yang memiliki conversion paling besar. Saya pernah menjelaskan pentingnya melakukan split testing di <a href=\"http:\/\/ronaldkang.com\/diary\/segera-lakukan-split-testing\/\" target=\"_blank\">sini<\/a>.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Untuk menggunakan <a href=\"http:\/\/services.google.com\/websiteoptimizer\/\" target=\"_blank\">Google Website Optimizer<\/a>, Anda harus memiliki account Adwords terlebih dahulu. Mendaftarlah Google Adwords terlebih dahulu dengan link di bawah ini, apabila Anda belum punya.<\/p>\n<p><a title=\"daftar adwords\" href=\"http:\/\/www.RonaldKang.com\/recommends\/adwords\" target=\"_blank\">Join Adwords di sini <\/a><\/p>\n<p>Setelah itu, Anda akan diminta melakukan aktivasi adwords sebesar $5. Hanya 1 kali seumur hidup. Nah, dengan memiliki Google Adwords, Anda dapat mengiklankan website Anda menggunakan PPC (Pay Per Click). Namun kali ini saya tidak akan membahas itu.<\/p>\n<p>Setelah Anda login ke dalam account Google Adwords Anda, akan ada pilihan menu menuju ke website optimizer seperti gambar di bawah ini<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"panduan split testing\" src=\"http:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/110.jpg\" width=\"480\" height=\"180\" \/><\/p>\n<p>Akan terlihat bahwa Anda belum memiliki experiment apapun. Klik link &#8220;add new experiment&#8221;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"panduan split testing\" src=\"http:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/210.jpg\" width=\"480\" height=\"178\" \/><\/p>\n<p>Nah, akan ada 2 pilihan lagi. Yang pertama yaitu pilihan untuk mengetest 2 page yang berbeda. Sedangkan pilihan kedua digunakan untuk mengetest kombinasi content. Perbedaannya seperti ini:<\/p>\n<ul>\n<li>Pada A\/B experiment, Google hanya akan merandom 2 halaman. Beberapa visitor akan masuk ke page A, dan beberapa visitor lainnya akan masuk ke page B.<\/li>\n<li>Pada Multivariant Experiment, Google dapat mengkombinasikan rotasi berbagai content di dalamnya. Misalkan kita punya headline A dan B dan paragraf C dan D. Google akan merotasi kemunculan semua kombinasi. Berapa jumlah conversion A dan C, A dan D, B dan C, dan B dan D.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Saat ini kita hanya mencoba yang mudah saja, jadi pilihlah yang atas.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"panduan split testing\" src=\"http:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/31.jpg\" width=\"480\" height=\"162\" \/><\/p>\n<p>Lanjutkan dengan mengklik tombol &#8220;continue&#8221;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"panduan split testing\" src=\"http:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/41.jpg\" width=\"480\" height=\"359\" \/><\/p>\n<p>Masukkan nama experiment Anda. Berikan nama yang mudah diingat supaya mudah diingat (hehe :P)<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"panduan split testing\" src=\"http:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/51.jpg\" width=\"480\" height=\"169\" \/><\/p>\n<p>Kemudian ketikkan halaman yang akan dieksperimen. Pertama2, Anda harus sudah mengupload dulu file2 yang akan dirotate. Pada contoh yang saya berikan, saya meng-upload file index1.html dan index2.html. Lalu ketikkan file yang original, dan satu lagi file variasi berikutnya. Berikan nama yang spesifik supaya mudah diingat. Anda bisa saja langsung memasukkan nama domain Anda, dan otomatis dia akan mengarah ke file bernama index.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"panduan split testing\" src=\"http:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/61.jpg\" width=\"480\" height=\"177\" \/><\/p>\n<p>Setelah itu, tuliskan ke mana visitor akan dialihkan apabila terjadi conversion. Masukkan link halaman yang akan dituju setelah visitor subscribe atau setelah memasuki halaman yang dituju.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"panduan split testing\" src=\"http:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/71.jpg\" width=\"480\" height=\"183\" \/><\/p>\n<p>Setelah mengklik tombol continue, berikutnya akan ditanyakan, apakah Anda ingin mengkonfigurasi sendiri atau tidak. Tentu saja pilih yang pilihan kedua, yaitu mengkonfigurasi sendiri.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"panduan split testing\" src=\"http:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/81.jpg\" \/><\/p>\n<p>Halaman berikutnya akan meminta Anda memasukkan kode<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"panduan split testing\" src=\"http:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/91.jpg\" \/><\/p>\n<p>Masukkan script yang diminta ke dalam bagian akhir dari file HTML Anda. Bahasa teknisnya, copy-paste script yang diberikan dan taruh di sebelum tag &lt;\/body&gt;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"panduan split testing\" src=\"http:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/101.jpg\" width=\"480\" height=\"247\" \/><\/p>\n<p>setelah itu masukkan script berikutnya ke halaman conversion, letakkan sebelum tag &lt;\/body&gt;. Kalau sudah, klik validate pages.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"panduan split testing\" src=\"http:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/112.jpg\" width=\"480\" height=\"385\" \/><\/p>\n<p>Kalau semuanya sudah dimasukkan dengan benar, ketiga bagian tersebut akan dicentang. Lalu klik ok. Kalau belum benar berarti perbaiki dulu.<\/p>\n<p>Halaman berikutnya hanya menampilkan detil eksperimen<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"panduan split testing\" src=\"http:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/121.jpg\" width=\"480\" height=\"356\" \/><\/p>\n<p>Klik tombol &#8220;Start Experiment&#8221; untuk memulai split testing Anda.<\/p>\n<p>Kalau sudah diklik, seperti ini tampilannya<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"panduan split testing\" src=\"http:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/131.jpg\" \/><\/p>\n<p>Dan ini adalah layar experiment tempat Anda akan menganalisis, page mana yang paling baik<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"panduan split testing\" src=\"http:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/142.jpg\" \/><\/p>\n<p>Conversion visitor merupakan jumlah orang yang subscribe (masuk ke halaman conversion) \/ total pengunjung yang melihat page tersebut.<\/p>\n<p>Berikut adalah contoh website saya yang lain yang sudah berjalan experimentnya:<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"panduan split testing\" src=\"http:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/152.jpg\" \/><\/p>\n<p>Untuk melihat report, klik link &#8220;view report&#8221;. Data yang diperlihatkan yaitu total visitors sejumlah 112 dan subscribernya 36. Artinya 32% conversion rate.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"panduan split testing\" src=\"http:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/162.jpg\" width=\"480\" height=\"119\" \/><\/p>\n<p>Nah, ini hasil report nya. Terlihat bahwa page 1 memiliki conversion rate yang lebih besar yaitu 18 dari 54 artinya 60%. Sedangkan page 2 memiliki conversion rate yang lebih kecilyaitu 18\/58 atau 39%. John Reese mengatakan untuk menunggu sampai 100 baru bisa diputuskan, content mana yang lebih baik. Lebih besar dari 100 tentunya lebih akurat lagi.<\/p>\n<p>Dengan menggunakan split testing, kita akan terus mengoptimisasi landing page kita dan memaksimalkan conversion rate.<\/p>\n<p>Silakan mengunjungi halaman hasil split testing saya, coba Anda lihat, Anda akan masuk ke page 1 atau page 2. Hasil setiap orang bisa berbeda2.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.Ronaldkang.com\/tutorialsplittest\/index1.html\" target=\"_blank\">http:\/\/www.RonaldKang.com\/tutorialsplittest\/index1.html <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut adalah panduan menggunakan Website Optimizer dari Google sehingga kita bisa melakukan split testing. Split testing adalah experiment untuk menentukan content seperti apa yang memiliki conversion paling besar. Saya pernah menjelaskan pentingnya melakukan split testing di sini.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":642,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[215],"tags":[21,42,37,40,43,39,41,38,23],"class_list":["post-39","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-technology","tag-conversion","tag-conversion-rate-maksimal","tag-google-adwords","tag-join-adwords","tag-optimal-landing-page","tag-panduan-split-testing","tag-register-adwords","tag-split-test","tag-website-optimizer"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":643,"href":"https:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39\/revisions\/643"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-json\/wp\/v2\/media\/642"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ronaldkang.com\/diary\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}