29397163-c4a1-4447-8c31-3742ad92a348

Saya Dulu Berpikir Saya Salah, Ternyata Saya Salah

29397163-c4a1-4447-8c31-3742ad92a348Pernahkah kamu melakukan kesalahan? tentu saja kamu pernah. Kita semua pernah. H.L. Wayland (1830-1898) menulis, “Satu-satunya orang yang tidak pernah melakukan kesalahan ialah orang mati. Saya melihat seseorang minggu lalu tidak pernah melakukan kesalahan selama 400 tahun. Dia adalah mumi di department Mesir dalam museum Inggris.”

Ya, kita semua pernah melakukan kesalahan, tapi apakah kamu sadar perbedaan antara kesalahan yang kamu lakukan dan kesalahan yang mereka lakukan? Lihat, ketika kita melakukan kesalahan, biasanya kita berpikir itu adalah suatu kesalahan yang “tak dapat dihindari” atau kesalahan yang “kecil”, tetapi ketika seseorang melakukan hal yang sama, kita biasanya berpikir itu adalah kesalahan yang “fatal” atau “bodoh”. Bukankah itu aneh? untuk benar-benar mengerti maksud ini dan menghindari kita untuk melakukannya, mari kita lihat beberapa kesalahan umum yang sering kita lakukan.

  1. MENGHAKIMI ORANG LAIN. Ketika kita mengatakan kesalahan seseorang “bodoh”, kita menghakimi mereka. Begitulah, kita sudah melabel mereka. Dan label tersebut menyembunyikan keseluruhan yang sebenarnya. Hal ini membuat kita seakan-akan buta akan hal-hal baik yang dilakukannya. Perbuatan ini juga dilandasi emosi, membawa perhatian kita dari pikiran yang rasional. Contohnya, coba Anda lihat 3 kalimat ini: Dia adalah seorang fans. He is an enthusiast. He is a zealot. He is a fanatic. Meskipun kalimat pertama terdengar positif, dua sisanya, terutama yang terakhir, dipengaruhi oleh emosi dan mewakili rasa curiga, takut, dan kemarahan.
  2. TIDAK MEMPERDULIKAN KESALAHAN KITA SENDIRI. Kesalahan terbesar yang bisa kita perbuat ialah mengabaikan kesalahan kita sendiri. Kesalahan seharusnya adalah pelajaran yang akan membuat kita belajar, dan ketika kita berhenti belajar, kita berhenti bertumbuh. Confucius mengajarkan, “Untuk melakukan kesalahan dan tidak memperbaikinya – itu adalah sebuah kesalahan.” Dalam kata lain, jika Anda melakukan kesalahan besar dan tidak belajar apapun dari itu, itu adalah sebuah kesalahan. Tapi jika Anda salah melangkah dan belajar sesuatu, maka itu adalah pelajaran yang bernilai. Moralnya ialah, jika kita berhenti menyerang kesalahan orang lain dan memulai mengakui kesalahan kita, kita akan belajar sesuatu yang besar.
  3. TAKUT BERBUAT KESALAHAN. Beberapa orang takut untuk mengambil kesempatan. Mereka takut jika mereka melakukan kesalahan mereka akan ditertawakan. Ketakutan melakukan kesalahan adalah kesalahan yang serius karena itu menghambat progress kita. Tidak hanya itu menghentikan kita dari bertumbuh, itu juga menghentikan kita dari menemukan petualangan yang sangat menarik dalam hidup ini. Setiap tindakan dalam suatu momen yang kita lewatkan karena kita tidak mau melakukan kesalahan dan terlihat bodoh, orang lain berkali-kali melakukan kesalahan, dan belajar dari hal tersebut, dan terlihat pintar. Kita mengklaim bahwa kita mau berhasil, tapi bagaimana itu mungkin terjadi tanpa melakukan kesalahan dalam perjalanannya? Hari ini, izinkan diri Anda melakukan kesalahan, ketika kamu melakukannya, kamu pun memberikan kesempatan pada dirimu untuk berhasil.
  4. BEGITULAH HIDUP. Beberapa orang berkata, “begitulah hidup, terkadang hal-hal tersebut memang terjadi.” Dalam kata lain, “Saya tak dapat menghindari apa yang terjadi pada saya, itu memang akan terjadi.” Tipe berpikir seperti ini membuat Anda terlihat seperti menjadi korban yang tak berdaya. Tapi orang bijak berkata, “itu bukan hal-hal biasa dalam hidup yang terjadi; itu adalah KONSEKUENSI yang terjadi. Itu adalah, hasil dari pilihan yang saya ambil yang membuat itu terjadi.” Kenyataan ini membuat kita lebih kuat, jika kita tidak menyukai apa yang terjadi pada kita, yang perlu kita lakukan ialah mengubah apa yang kita pilih untuk dilakukan.
  5. LUPA BAHWA SEGALA SESUATU TERUS BERUBAH. Mengapa kita lupa bahwa hidup itu merupakan sinonim dari perubahan? Akan sangat membantu jika kita terus menyadari fakta ini. Ketika kita menemukan diri kita berada dalam kondisi yang tidak nyaman, mengingat bahwa “hal ini pun akan berlalu” akan memberi kita keberanian untuk melangkah. Dan ketika kita puas dengan keadaan kita sekarang, ingat bahwa segala hal dapat berubah menjadi buruk membuat kita selalu waspada untuk mempersiapkan diri untuk yang terburuk. Walau bagaimanapun, tsunami, banjir, kebakaran, gempa bumi, angin topan, dan berbagai bencana lainnya dapat datang kapan saja.
  6. LUPA BAHWA KITA SEMUA AKAN MATI. Tentu saja, kita tidak benar-benar lupa bahwa kita semua akan mati; kita hanya mengabaikannya. Tapi jika kita terus menyadari akan lemah dan rapuhnya hidup ini, kita akan bertindak berbeda. Contohnya, dalam hal kita bersikap dengan orang lain, bagaimana mungkin kamu akan marah, menyimpan dendam, atau membalas dendam jika Anda sadar bahwa mereka ada dalam peti mati? Tidakkah Anda merasa iba? Bagaimana mungkin Anda menunda-nunda jika Anda sadar hidup ini seperti nyala api yang kapan saja bisa ditiup angin? Apakah Anda akan hidup sebagai seorang pengecut, mengabaikan pemikiran akan kematian, atau menghadapinya dan hidup dengan berani? Jika Anda diberikan es krim yang enak, tidakkah Anda mau mencobanya sebelum itu meleleh? Begitupun kematian mengingatkan kita untuk menghargai kehidupan selama kita masih memilikinya dan menikmati segala keindahannya sebelum itu “meleleh.”
  7. TAKUT UNTUK MENGAKUI BAHWA KITA SALAH. Selama kita takut untuk mengakui bahwa kita salah, kita berhenti belajar. Dan dengan menolak untuk mengakui kesalahan kita, kita terlihat seperti orang bodoh. Tetapi kita kita mengakuinya dan belajar dari itu, kita membuktikan bahwa kita bijaksana. Berikut ucapan sederhana yang sangat berguna dari Arthur Guiterman (1871-1943): “Mengakui kesalahan membersihkan kekurangan dan membuktikan bahwa Anda lebih bijaksana dari sebelumnya.”
  8. MERESPONI KESALAHAN ORANG LAIN DENGAN TIDAK BENAR. Daripada menunjuk kesalahan mereka, tunjukkanlah bagaimana orang tersebut dapat memperbaikinya. Apakah Anda mau menjadi orang yang benar namun tidak mempunyai teman atau ringan tangan dan dikelilingi oleh teman? Jangan naik pitam dengan kesalahan orang lain. Berikan mereka keuntungan dalam kesulitan tersebut; bagaimanapun, mereka hanya melakukan yang terbaik dalam suatu kondisi. Selain itu, melakukan kesalahan adalah bagian dari kebiasaan kita. Bagaimana Anda bisa marah karena seseorang berlaku seperti manusia? Terlebih lagi, kesalahan orang lain tidak lebih dibandingan kesempatan bagi kita untuk belajar memaafkan, seperti Paus Alexander (1688-1744) menulis, “Untuk salah adalah manusiawi; untuk memaafkan, Ilahi.”
  9. TERGESA-GESA. Jangan mengatakan atau melakukan sesuatu sebelum Anda memikirkannya. Sengatan kata-kata yang menyakitkan tetap tidak hilang meskipun sudah dimaafkan. Hindari bersikap dalam asumsi, pendapat, atau keyakinan yang belum dikonfirmasi. Jadilah bijaksana daripada impulsif, dan jika Anda ingin mengambil jalan aman, jangan mengambil kesimpulan dari asumsi.
  10. ANDA DI SINI UNTUK MELAYANI HIDUP ORANG LAIN. BUKAN SEBALIKNYA. Hidup itu sendiri adalah ekspresi yang tak terekspresikan. Kita semua adalah nada dalam simfoni kehidupan. Kita ada di sini untuk mengalami, menikmati, dan berada di situ. Berharap bahwa dunia ini sesuai dengan keinginan kita daripada kita beradaptasi dengan dunia hanya membawa kita dalam frustasi, penolakan, dan ketidakbahagiaan.
  11. TIDAK MEMPERHATIKAN KATA YANG KITA GUNAKAN. Kita membuat program komputer dengan menuliskan berbagai kode, tetapi manusia memprogram dirinya sendiri dengan kata-kata yang mereka pikirkan atau katakan. Berpikir atau berkata-kata tentang kemenangan dan Anda akan menjadi seorang pemenang. Terus-menerus berpikir dan berkata mengenai kesalahan maka kata-kata Anda akan menjadi sebuah nubuat yang akan Anda wujudkan, menyeret Anda dalam kehancuran. Perhatikan apa yang Anda katakan pada diri Anda sendiri dan orang lain!
  12. TIDAK SEJALAN DENGAN SIAPAPUN. Ketika kita memilih untuk melawan daripada bekerja sama dengan orang lain, kita menghilangkan kekuatan dan kebahagiaan kita. Jika kita tidak dapat sejalan dengan siapapun, bukan berarti ada sesuatu yang salah dengan mereka, tapi karena kita belum menguasai seni yang amat sangat penting dalam menjalin hubungan. Jika Anda memiliki masalah dalam hal ini, jangan buang-buang waktu; pergilah ke perpustakaan atau toko buku dan dapatkan buku bagaimana cara bergaul dengan orang lain.
  13. MENUNDA TINDAKAN. Beberapa orang membatalkan rencana mereka karena takut akan eksalahan. Menunggu momen yang tepat untuk memulai project yang baru tidaklah masuk akal karena tidak akan pernah ada momen yang “tepat”. Yang ada hanya SEKARANG. Apakah kita akan menggunakannya atau melewatkannya. Jerry Gillies mengambil poin yang bagus: “Saya tidak membuat keputusan yang salah, dan kembali dan melakukannya dengan cara yang berbeda, dan tetap menghabiskan waktu yang lebih sedikit dibandingan mereka yang menunda keputusannya yang awal.” Jadi, jangan menunda-nunda lagi; bertindaklah sekarang!
  14. MENYERAH TERLALU CEPAT. Petani menyadari bahwa membutuhkan waktu dan kerja keras sebelum seseorang dapat memanen hasil pertanian. Tetapi penduduk kota yang terbiasa dengan komunikasi wireless yang instant, kereta cepat, dan komputer, jauh lebih tidak sabar. Mereka menginginkan segala hal SEKARANG JUGA. Jika mereka tidak meraih harapan mereka dengan cepat, mereka meninggalkannya. Membatalkan mimpi akan menghancurkan landasannya. Berapa banyak dokter, engineer, pengarang, seniman, dan pedagang tidak pernah ada hanya karena murid-murid yang menyerah terlalu cepat? Kurangnya kegigihan dan hubungannya dengan kegagalan seperti apa yang dikatakan oleh Michael Larsen, “Kegagalan adalah jalur dari kurangnya kegigihan.”
  15. TIDAK MERENCANAKAN. Bagaimana hidup bisa berjalan sesuai rencana, kalau kita tidak membuat rencana terlebih dahulu? Gagal membuat rencana adalah merencanakan untuk gagal. Jadi, jangan memulai setiap hari berpikir apa yang akan terjadi. Ketika Anda memiliki rencana dan melakukannya, Anda dapat memperkirakan masa depan Anda yang berhasil!
  16. GAGAL UNTUK MENYADARI NILAI DARI SEBUAH KESALAHAN. Meskipun kita mau menghindari kesalahan yang akan menahan langkah kita, jangan lewati nilai dan pelajaran dari kesalahan yang kita lakukan. Berikut adalah 2 contoh.Tom meminta Mary untuk menikahinya dan ia menolak. Setelah melewati masa kekecewaannya, Tom mencari kekasih baru, menemukan seseorang yang lebih baik dari Mary; Mereka menikah dan hidup bahagia selamanya.Harry adalah contoh kedua. Dia marah di tempat kerjanya, dipecat, dan tidak dapat menemukan pekerjaan baru. Untuk bisa bertahan hidup, dia terpaksa menjalankan bisnis sendiri. Setelah beberapa bulan lewat, Harry bertumbuh semakin sukses, dan sekarang ia memiliki 25 orang anak buah yang bekerja untuknya.Dua contoh ini menjelaskan mengapa Margueritte Harmon Bro berkata, “Terkadang apa yang ingin kamu lakukan memang harus gagal supaya kamu tidak gagal.” Henry Ford juga berkata, “Kegagalan pun dapat berubah menjadi hal paling utama dalam sebuah pencapaian keberhasilan.”
  17. GAGAL UNTUK BELAJAR DARI KESALAHAN ORANG LAIN. Orang bijak berkata: “dari kesalahan orang lain, seorang bijak memperbaiki dirinya sendiri.” (Publilius Syrus, 85-43 BC) dan Samuel Levenson berkata, “Anda harus belajar dari kesalahan orang lain. Anda tidak mungkin bisa hidup cukup panjang untuk melakukan semua kesalahan sendiri.”

SINOPSIS DARI APA YANG PERLU KITA TAHU MENGENAI KESALAHAN

  • Kesalahan adalah pengalaman yang kita butuhkan untuk menjadi lebih baik
  • Kesalahan tidak merusak hingga kita menolak untuk memperbaikinya
  • Kita bisa menyembunyikan kesalahan kita, tapi tidak dapat menghindar dari konsekuensinya
  • Jika Anda tidak memperbaiki kesalahan Anda, Anda sedang melakukan kesalahan berikutnya
  • Kesalahan adalah pintu dari sebuah penemuan
  • Jika Anda tidak melakukan kesalahan, Anda tidak mengambil kesempatan yang cukup banyak
  • Anda tidak akan berbuat kesalahan jika Anda selalu melakukan yang terbaik
  • Kesalahan masa lalu adalah hikmat dan kesuksesan di masa depan (Dale Turner)
  • Hidup akan terasa hambar tanpa kesalahan (Oscar Wilde)

Jika kamu punya masalah dengan sebuah kesalahan, mungkin itu karena Anda tidak berbuat terlalu banyak kesalahan. Sebuah kesalahan yang serius ialah saat ini banyak dari kita membatasi potensi kita hanya karena ketakutan kita dalam melakukan kesalahan. Mari jalani hari ini untuk dengan berani dan berulang kali melangkah keluar dari zona nyaman kita, ambil resiko yang lebih, belajar dari kesalahan kita, ambil keuntungan dari penghargaannya, dan nikmati betapa menariknya kehidupan ini dengan berbagai petualangan yang ditawarkannya.

Written by Chuck Gallozzi and translated by Ronald Kang